Chef yang Tertukar


Oleh Dika Lukita Sari

Siang terik semakin memanaskan gelora atas keinginan yang belum terpenuhi. Walau pendinginan AC telah menyelimuti seluruh isi ruang kerjaku namun tak menepiskan hasrat kuat yang mendorong  untuk segera memutuskan hal yang kuanggap serius kala itu. Hiliran staff yang lewat mengitari kantorku. Suara deretan trolli- trolli yang mengangkut makanan untuk disajikan ketamu, dan EX.Chef disamping kanan dan kiriku.
"Kring..."(ku tujukan panggilan untuk ayahku siang itu). To do point!
"Assalamualaikum pak...pak ada yang ingin kakak bicarain sama bapak.( Sahut anak berwajah biasa dengan kerudung fashionistanya dan lipstik tipis dibibirnya)
"Wa`alaikumsalam kak..kenapa kak!. Sahut bapak dengan nada fals yang wajahnya lebih cakep dari Raja Jalal difilm Jodha(hehe..).
"Pak kalau seandainya kakak resign dari kerjaan kakak, apa bapak akan marah sama kakak?  (Tanya anak dengan nada cemas dan berharap).
"Gaklah..semua keputusan terserah kakak, asalkan keputusan yang kakak ambil tidak mnjadi penyesalan dikemudian hari”.
"Apa bapak nggak menyesal telah menyekolahkan kakak jauh jauh dan dengan biaya yang tidak murah tapi akhirnya kakak tidak bekerja"
Jawab bapak dengan kewibawaannya Menyekolahkan anak adalah kewajiban bagi orang tua. Jadi mau anak bekerja atau tidak bukan tujuan dari menyekolahkan. Yang terpenting udah dapet ilmu dari semua yang dipelajari”.
Alhamdulillah..yaudah Pak..kakak akan segera resign dari kerjaan ini. Tapi Bapak gak marahkan kalau kakak nggak bekerja lagi disni..? (seolah menyakinkan keputusannya, suara haru mendungpun tiba menghampiri matanya).
Iya kak..yaudah kakak jangan capek-capek, jaga kesehatan ya kak.. Assalamualaikum.
Iya pak, makasih ya Pak atas dukungannya. Waalaikummussalam.
Tutup bapak dari panggilan yang kuhanturkan.
Resiko adalah hasil konsekuensi yang harus diterima atas semua keputusan yang diambil. Terlebih ketika kita berada di Sistem Kapitalis. Menjadi pengangguran! Dan akhirnya pada tanggal 7 November 2013 aku resign sebagai FB Coordinator atau bahasa kerennya Sekretaris Chef.
***
6 tahun berlalu kuhabiskan waktu pendidikan untuk menimba ilmu dibidang tata boga.
Hingga bekerja akupun tetap berada dibidang jurusanku. Sempat berpindah-pindah tempat kerja dikota Batam dan Medan walau waktunya tak lama. Namun dari seluruh pengalaman ini mengajarkanku banyak cerita, pelajaran hidup dan motivasi. Keyakinan kuat akan menuntun kita kepada jalan perbaikan. Jika jalan baik yang kita ingini maka kebaikanpun akan segera menghampiri, semuanya! Begitupun sebaliknya.
Mimpi besar yang selalu kuidamkan kala itu bekerja diluar negeri. Negara Dubai atau Jepang adalah negara yang kutuju untuk bekerja. Malam-malam setelah tamat kuliah kulalui dengan mengirimkan  lamaran kerja ke perusahaan-perusahaan yang ada dinegara tsb. Job Street dan Job Rapindo menjadi teman mesra yang selalu mengirimi informasi terkait lowongan kerja di inbox emailku. Namun mimpi itu harus kututup sembari berjalan kedepan dengan mimpi baru saat ini.

***
Pada saat bersamaan walau telah menamatkan sekolah selama 6 thn dibidang Tata Boga. Aku sama sekali tak merealisasikan ilmuku dirumah. Masak-memasak khususnya, tak lagi kulakukan apalagi orang-orang dirumah tidak suka dengan masakan yang kuolah. Seolah aku gagal mental dan praktek untuk membuat cita rasa biasa menjadi istimewah. Ya.. sedikit wajar karena pada saat bekerja kutak menemukan masakan yang sama dengan yang ada dirumah. Tumis kangkung, gulai daun ubi,tumis pare, ikan sambalado, teri joss. Yang ada hanya sirloin steak,caesar salad, mediteranian platter dan sederet masakan yang tak mungkin tertelan dilidah yang tak pernah memakannya. Muntah.....bisa jadi!
Pernah suatu ketika Ibu berkata padaku "Masak kenapa kak..sekolah Jurusannya masak, tapi masak aja gak pernah dirumah..gantian kenapa sih sama mamak".
Ku gelontorkan kata yang tulus dari hati terdalam "Masakan yang paling lezat adalah masakan mamak.Mamak adalah master of chef dari segala chef. Buktinya masakannya selalu dirindukan walau aral melintang memisahkanku dari mamak. Maka ibu adalah chef dirumah .bukan aku mak.Heheh. Jadi kalau urusan masak- memasak mamak aja yahh..aku bagian yang lainnya beresin rumah misalnya atau apalah asal jangan masak”. Sahutku bermanja dipelukannya sambil merayu agar ibu tak pernah bosan memasakan aku dan kami sekeluarga. Disamping akupun tak expert dibidang memasak.
***
Impian kapan saja dapat berubah, seiring berkembangnya pemikiran yang kita punya. Begitupun hidayah jika kita ingin mengambilnya  maka Allah akan kirimkan orang-orang, keadaan, tempat  bahkan peluang yang menghantarkan kita menuju hidayah tersebut.
Pemikiran yang benar akan menghasilkan pemahaman dan tingkah laku yang benar dan pemikiran yang salah akan menjerumuskan kita kepada pemahan serta tingkah laku yang salah pula.

Dakwah adalah tujuan hidup baruku yang kemarin pernah terkubur difikiranku, wajar saja ketika jahiliyah aku sangat rentan terhadap kata ini. "Tak Kenal maka Tak Sayang", Tak Tau maka Cari tau. Begitulah seharusnya!
Ketika ku tahu bahwa dakwah adalah kewajiban bagi setiap muslim bukan hanya tugas seorang kyai, ustad/zah atau dai/ah. Telah kutemukan jalan hidup baru dan kini kuupayakan seluruh aktifitas dihabiskan untuk meraih Ridhonya semata melalui jalan dakwah.
Tak jarang banyaknya agenda menyita waktu banyak dan lebih masi anak abege remaja soleha.heheh serta menjadi pendidik di Home Schooling sehingga menyita waktu banyak untuk diluar . Jadi, dirumahpun tak banyak yang bisa dilakukan untuk hal mengolah-olah. Jadi saat ini aku  adalah Pendakwah Pejuang syariah dan khilafah.Bukan lagi orang yang dulu pernah berteman akrab dengan stove, knife, makanan ala continental ataupun timur tengah, safety shoes yang berisikan besi didalamnya agar terhindar dari bahaya ketika mengolah.
Mimpi besar selalu terukir didalam benakku. Dan kelak akan kuwujudkan satu persatu. Dimasa lalu keinginan terbesarku adalah keliling dunia dengan keahlian yang kupunya yakni menjadi seorang chef terkenal dengan karir yang luar biasa. Berbeda dengan saat ini, impian terbesarku adalah mengguncang dunia dengan DAKWAH dan karya yang kelak akan membawa ummat kepada  kemenangan serta kegemilangan peradaban ISLAM  dengan syariah dan khilafah.
Allahuakbar!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sarjana yang TAK dirindukan

Rasa