Postingan

Aku

 28 feb 2026 Malam rasanya ngantuk.letih. Seiring fikiran kadang naik..kadang turun untuk bertahan. Aku menyesal malam ini telah mmbuang mainan anakku. Mulanya aku yang berusaha membereskan mainan dengan perintilan yang sangat banyak dan lantai lengket akibat air gula yang sengaja jatuh dari gelas buah anakku . Aku fikir aku bisa merasakan kenikmatan smabil menyapu,membereskan mainan dan mengepel lantai. Brakkkk.. anakku mencari potongan mainnya.dia.menumpahkna seember mainna yg telah kubereskan. Dia protes  karena aku yg mmbereskan tak menjaga mainannya. Tiba2 emosiku tersulut. Padahal aku tafinnya masih santai saja. Tapi seolah melihat respon suamiku yang memburu aku untuk segera berberes tempat tdoru anak2 membuat kesadaranku menurun,akalku tak bekerja. Akhirnya tanpa basa basi aku buang  keluar pintu semua mainan anak2ku. Rasanya kesal,marah... Tapi tak terlalu besar ke anak2..lebih kepada respon abinya. Harusnya dia bs menjadi oengaman untuk kami semua. Harusnya dia ...

Chef yang Tertukar

Gambar
Oleh Dika Lukita Sari Siang terik semakin memanaskan gelora atas keinginan yang belum terpenuhi. Walau pendinginan AC telah menyelimuti seluruh isi ruang kerjaku namun tak menepiskan hasrat kuat yang mendorong  untuk segera memutuskan hal yang kuanggap serius kala itu. Hiliran staff yang lewat mengitari kantorku. Suara deretan trolli- trolli yang mengangkut makanan untuk disajikan ketamu, dan EX.Chef disamping kanan dan kiriku. "Kring..."(ku tujukan panggilan untuk ayahku siang itu). To do point! "Assalamualaikum pak...pak ada yang ingin kakak bicarain sama bapak.( Sahut anak berwajah biasa dengan kerudung fashionistanya dan lipstik tipis dibibirnya) "Wa`alaikumsalam kak..kenapa kak!. Sahut bapak dengan nada fals yang wajahnya lebih cakep dari Raja Jalal difilm Jodha(hehe..). "Pak kalau seandainya kakak resign dari kerjaan kakak, apa bapak akan marah sama kakak?  (Tanya anak dengan nada cemas dan berharap). "Gaklah..semua keputusan terserah kakak, a...

Khilafah Wujudkan Rahmat

Gambar
Rindu jiwa-jiwa yang dirindukan syurga Kealpaan ataupun ketiadaan Negara sebagai metode  untuk diterapkan Syariat Islam ditengah-tengah ummat menjadi kewajiban  setiap individu untuk berjuang menegakkannya kembali. "Suatu kewajiban yang tidak terlaksana kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu wajib pula hukumnya". Seperti pada 1400thn yang lalu ISLAM diterapkan hingga  menjadi Negara Adidaya yang memanusiakan manusia. 2/3 dunia telah dikuasai, kegemilangan serta kemajuan iptek yang dirasakan, mendorong ummat untuk berduyun menjadi para mujtahid, menjadi para intelek dan orang yang faqih fiddin berani berjuang dan rela syahid  demi kemuliaam Islam. Berbeda dengan saat ini ketika Islam dicampakkan Untuk mengatur kehidupan. Para muqallidpun sulit untuk menentukan dirinya kepada siapa iya bertaqlid. Hingga akhirnya menjadi pembebek buta yang mengekor kesana-sini. Bermanis muka, toleransi terhadap penguasa dzolim dan maksiat yang merajalela ditengah-tengah ummat. Ulama...

Perjuangan

Gambar
Tergerak meniti jalan tuk belajar Harapan  kuat Perlahan didayuh Awalnya tak mengapa Hingga dipertengahan Allah beri sebuah peringatan Namun diabaikan Perlahan tetap ditelusuri Tiba-tiba sekujur tubuh menjadi beku, kaku Jari-jemari perlahan melepas dari sendi Tak tertahan! Tetap tergerak dengan kecepatan lebih tinggi Layaknya salju dijatuhi air Meleleh! Langkah harus terhenti!sejenenak Mengumpulkan kembali kekuatan untuk mencoba mendayuh lagi Agar sampai ketempat yang dituju tak berdaya, terpaku, meringkuk diramainya arus berkendara Terintip waktu terus melaju Sudah saatnya, bangkit Dipapah perlahan mencoba mencari kekuatan Dalam kalimah Allahuakbar! Didayu kembali Walau Tulang terasa runtuh Tetap, tetap dilawan demi sebuah tujuan Sampai untuk keselamatan Namun.. Bukan menjadi kekuatan malah menjadi ancaman Tak mampu dilawan Akhrnya menyerah! Terhenti kembali Tanpa adanya tersisa kekuatan Untuk menegakkan badan Prakk..kujatuhkan tubuhku dimesjid Al-Muk...

Kuingin Hidup Mewah

Gambar
By Dika Lukita Sari Ayah.. Maafkan aku,, Selalu menambah beban dosa untukmu Menghabiskan sisa waktu untuk pergaulan yang rusak Kuhura-hura dengan teman sekolahku Kufoya-foya nongkrong dengan temanku Sering kuambil uang disaku dompetmu Tanpa pernah kau tahu Belum lagi uang spp yang kuhabiskan untuk ngedate bersama pacarku Ibupun juga ikut kubohongi agar dia memberi uang lebih Ayah.. Maafkan aku,, yang tak pernah menelponmu Dengan alasan tiada pulsa yang nempel dikartuku Padahal aku selalu ontime memberi kabar kepada pacarku Semua sosial media kupasang dhapeku Agar kubisa selalu chatingan dengan teman-temanku Pamer foto cantik, wajah pacar dan juga mobil yang sering kutunggangi Walaupun bukan mobilku sendiri Ayah.. Maafkan aku,, Aku malu dengan status sosial kita! Kita gak punya mobil mewah!apalagi rumah bagus! Aku pengen hidup mewah! Ayah.. Maafkan aku,, kau habiskan tenaga dan bersusah payah Untukku sekolah agar kelak anakmu menjadi orang yang dapat dibangga...

Kehormatan yang Terabaikan

Gambar
*Kehormatan yang Terabaikan* Dika Lukita Sari Beberapa hari belakangan kita disajikan oleh  berita tentang pemerkosaan, pencabulan yg berujung pada  pembunuhan. Kekejian yang semakin marak serta rendahnya moral kemanusiaan tengah menimpa umat saat ini. Dan saya yakin ini hanya sedikit kasus yang diketahui masih banyak lagi kasus yang tidak diberitakan dimedia  maklum saja sekuler punya!ada uang bisa tayang, gak ada ya beritanya melayang. Sadis!miris!benci. Hanya segelontor kata yang biasa dituturkan kepada pelaku  karena berkoar sekalipun hukuman yang ditetapkan tidak pernah adil. Seperti pada kasus yuyun Hukuman bagi 7 dari 12 tersangka tidak bisa diperberat lagi. Sebab, dalam UU Perlindungan Anak, dan UU sistem peradilan Anak, hukum maksimal bagi pelaku kejahatan yang masih berusia dibawah 18 tahun adalah 10 tahun.(googleweblight.com/?lite_url=http://m.tribunnews.com/metropolitan/2016/05/09/). Yah..inilah faktanya yang menimpa negri jamrud khatulistiwa, hukum bua...

Rasa

Gambar
Diamnya bukan terlalu santai. Dan juga bukan karena sesal Karena ada saatnya diam jika berkata juga tak akan mmbuat berubah Atas kesalahan yang luput Bukan tanpa sebab Karena keharapan yang mendalam Namun malam berganti menjadi topan Gejolak raga tak menginginkan Untuk awan bersahabat dengan pekatnya angin Mengguncang malam Meruntuhkan bangunan Menumbangkan segala pepohonan Hanya semenit berlalu, hening menyapa subuh Tiada hilang sedikitpun rasa Menjadi duri yang merobek sutra Tetap sama dari awal kumengenal rasa Perlahan tertata, selalu gagal untuk mengembalikannya Hingga akhirnya runtuh semua Cita. Di asah agar selalu tajam tapi tertolak Di dayuh agar sampai tujuan namun dihempas ombak Perjuanganpun terhenti Ketika hujan badai menerjang Nahkodapun terhempas Nahkoda terganti, Namun tidak akan sama rasa Tak akan sama rupa Walau harap akan sama Tapi tidak akan bisa Karena rasa selalu melekat Pada lidah yang ikhlas dan tulus untuk mencoba Ntah itu bahagia, ...